DISINI BUKAN HANYA TENTANG TEKHNIK INFORMATIKA TAPI BERBAGAI MACAM SEKMEN ContactPerson : 085759898986

Rabu, 17 Juni 2009

Andai waktu bisa kembali seperti dulu ....
mungkin jalan Hidupku takkan seperti ini ..
semoga yang kuasa memberikan Hidayahnya pada diriku..
kekecewaan yang kurasakan tak dapat tergantikan di kala sang kekasih pergi ...
tak dapat lagi Aku melihat keindahan senyuman yang setiap saat menemani diri ini ....
hilang-hilanglah sudah kerinduan pada dirinya...
pupus sudah angan-angan untuk mendapatkandirinya ....

selengkapnya......

Andai cinta dapat membantu untuk semua kegalauan di hati
Semua dapat terselesaikan dengan indah..tanpa adanya kegundahan
Dapatkah Cinta sejati dapat merubah sifat buruk seseorang....
OhTuhan.....Tunjukan Jalan MU untuk dapat menyelesaikan masalah yang ada...

Yogi Ginanjar

selengkapnya......

Sabtu, 13 Juni 2009

Alat Pembelajaran Berbasis Teks

Author: Lilik Setiono · Published: June 10, 2009 · Category: Animasi dan Multimedia, eLearning dan eEducation


Sebagai penguna komputer secara umum mengenal program pengolah kata Microsoft Office Word. Sebenarnya masih banyak program pengolah kata yang beredar di pasaran. Seperti Open Office Writer yang saat ini mulai berkembang. Ada beberapa kesamaan antara Microsoft Office Word dengan Open Office Writer. Banyak pengguna yang berkenalan dengan kedua pengolah kata tersebut tetapi lebih banyak memilih Microsoft Office Word karena alasan sudah terbiasa.

Berkaitan dengan file berformat PDF, maka kedua pengolah kata tersebut di atas terdapat perbedaan. Jika kita menggunakan pengolah kata Microsoft Office Word maka kita harus menggunakan software tambahan sebagai pembantu memindahkan (convert) file berformat document menjadi PDF. Jika kita menggunakan pengolah kata Open Office Writer maka secara otomatis terdapat fasailitas pembuatan file PDF. Ini dapat dilihat dari icon PDF pada tampilan toolbar.

Download Tulisan Lengkap omtion-adobe.zip

Related Articles

1.Membuat Countdown Pembuka Presentasi dengan OO Impress
2.Membuat Kata Ulang di Microsoft Word dengan Visual Basic Editor
3.Mudah dan Cepat Menguasai OpenOffice.org Writer
4.Mencegah Infeksi Berkas Microsoft Office
5.Tutorial Microsoft Office
6.Tips Menyimpan File dengan Nama Kita sebagai Nama Depan
7.Menghadirkan Microsoft Access di OpenOffice.org
8.ToolBar Penghitung Kata
9.Mengubah File PDF Menjadi File Dokumen Microsoft Word
10.Tutorial Microsoft Word
11.Instalasi dan Konfigurasi OpenOffice
12.AutoText di Microsoft Word 2007
Membuat File PDF dengan PDF-Tools
Membuat Program untuk Penyimpanan Otomatis menggunakan VB Editor
Membuat Password pada Pencetakan di Microsoft Word
Program Matematika Sederhana sebelum Pencetakan Dokumen di Microsoft Word dengan Visual Basic Editor
Simulasi Berbagai Fungsi Dasar StarOffice dengan Macro
Tutorial MagicPoint
Menambah RAM dengan Flashdisk
Program Kolom Koran Otomatis di Microsoft Word dengan Visual Basic Editor

selengkapnya......

Kamis, 11 Juni 2009

Hampir 63% remaja melakukan hub intim

MALANG|SURYA Online-Seks bebas di kalangan remaja benar-benar semakin menggila. Data hasil survei 2008 Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan menunjukkan, sebanyak 63 persen remaja SMP sudah melakukan hubungan seks di luar perkawinan.

Sedangkan 21 persen siswa SMA pernah melakukan aborsi. Temuan yang paling mencengangkan, di beberapa kota besar, hampir semua remaja pernah menonton film porno yang sebenarnya menjadi konsumsi orang dewasa.

Catatatan tentang perilaku remaja ini dibeberkan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan RI, Prof Dr Meutia Hatta Swasono, usai menjadi penguji sidang disertasi di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, Selasa (6/1). Kegelisahan yang sama juga diungkapkannya dalam seminar bertajuk Dilema HIV/AIDS di Kalangan Remaja di Gedung Widyaloka Unibraw.

“Angka ini mengalami peningkatan tiap tahun. Jika dibandingkan tahun 2005, angkanya hanya 44 persen. Jelas ini cukup rawan terjangkit penyakit kelamin termasuk HIV/AIDS, apalagi sebagian besar remaja belum tahu tentang proses penularan HIV/AIDS,” beber Meutia.

Salah satu upaya untuk melindungi remaja dengan penerapan UU Anti Pornografi. Ini untuk mengurangi produksi film yang berbau porno. Cara lainnya, yakni dengan adanya pembelajaran seks yang benar dari keluarga. “Selama ini bicara seks selalu dianggap tabu. Orangtua harus mengubah cara berpikir seperti itu sehingga remaja sejak dini bisa menghindari bahaya HIV/AIDS,” ungkap Meutia.

Ketua Pusat Penelitian Gender dan Kependudukan Unibraw Prof Dr Keppi Sukesih MS
berpendapat, para orangtua harus ekstrahati-hati mengawasi perilaku anak mereka karena Malang termasuk kota paling rawan HIV/AIDS kedua di Jatim setelah Surabaya. ”Menjamurnya mal di Malang telah mengubah prilaku dan pola pikir remaja dari yang biasanya hanya memikirkan sekolah, sekarang mulai suka ngeceng bahkan dugem. Secara global, dalam tiga tahun terakhir pergaulan bebas di kalangan remaja meningkat 60 persen,” tandasnya. st11

selengkapnya......

Rabu, 03 Juni 2009

Pembahasan baru Untuk Anggota Dewan

JAKARTA - Megawati Soekarnoputri berharap agar kasus Prita tidak terulang lagi dan menjadi bahan masukan bagi fraksi di DPR dalam merevisi undang-undang yang terkait.

Menurut capres yang berpasangan dengan Prabowo ini, seharusnya sebuah undang-undang dapat memberikan manfaat untuk orang banyak. "Dengan adanya kasus ini harus menjadi bahan pembicaraan fraksi di DPR," ujar dia saat menemui Prita Mulyasari di Lapas Tangerang, Rabu (3/6/2009).

Meski demikian jika harus ada revisi maka pasal-pasal yang ada jangan dihilangkan, tapi ditambahkan sehingga nantinya UU tersebut menjadi hal yang berguna.

Mega juga mengungkapkan pihak-pihak manapun boleh menuntut, namun tidak langsung melakukan penahanan tanpa mempertimbangkan beberapa faktor. Apa yang terjadi pada Prita, Mega mengaku prihatin karena seorang ibu rumah tangga ini diketahui masih menyusui anaknya.

Kasus Prita berawal saat berobat ke RS Omni Alam Sutra pada 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Dia pun didiagnosa menderita demam berdarah. Lantaran merasa dikecewakan, Prita pun menuliskan ceritanya di berbagai surat pembaca di media, termasuk media online.

Cerita ini pun menyebar di mailing list hingga membuat pihak RS Omni Alam Sutra merasa dicemarkan nama baiknya. Prita dianggap melakukan tindak pidana setelah menulis email di milis internet yang berisi keluhan pelayanan rumah sakit itu yang dinilai buruk. Akhirnya Prita dijebloskan Lapas Tangerang pada 13 Mei lalu. Reaksi terhadap penahanannya terus mengalir dari berbagai pihak, sehingga akhirnya hari ini statusnya berubah menjadi tahanan kota.

selengkapnya......

Prita Minta RS Omni Hentikan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

Jakarta - Ditahan akibat tuduhan mencemarkan nama baik Rumah Sakit Omni International membuat Prita Mulyasari (32) merasakan penderitaan hebat. Prita meminta RS Omni untuk menghentikan penzaliman terhadap dirinya.

"Dari pihak pelapor tolong hentikan penzaliman kepada kami, terutama saya," kata Prita sambil terisak-isak sebelum bertemu dengan Dewan Pers di LP Wanita, Tangerang, Banten, Rabu (3/6/2009).

"Ya Allah saya minta hati nurani dibukakan kembali. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian (Omni)," doa ibu dua orang balita yang mengenakan jilbab hitam itu.

Namun, dikatakan Prita, dirinya siap menghadapi cobaan yang tengah menimpanya.

"Hukum manusia tidak ada artinya jika dibandingkan dengan hukum Allah. Allah akan menjawab," pungkasnya.

Prita ditahan di LP Wanita Tangerang sejak 13 Mei yang lalu. Dia dituduh mencemarkan nama baik RS Omni karena mengirimkan email kepada teman-temannya yang berisi keluhan seputar pelayanan medis RS tersebut.

Oleh polisi, Prita hanya dijerat pasal pencemaran nama baik KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara dan tidak ditahan. Namun ketika berkas masuk kejaksaan, jaksa menambahi dengan pasal 27 ayat (3) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Berkat pasal inilah jaksa menahan Prita di LP Wanita sembari menunggu sidang di PN Tangerang pada Kamis besok

selengkapnya......

Kamis, 28 Mei 2009

belajar java yuuk..........

Sejarah perkembangan Java

Bahasa pemrograman Java pertama lahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan, dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992. Proyek tersebut belum menggunakan versi yang dinamakan Oak. Proyek ini dimotori oleh Patrick Naughton, Mike Sheridan, James Gosling dan Bill Joy, beserta sembilan pemrogram lainnya dari Sun Microsystems. Salah satu hasil proyek ini adalah maskot Duke yang dibuat oleh Joe Palrang.

Pertemuan proyek berlangsung di sebuah gedung perkantoran Sand Hill Road di Menlo Park. Sekitar musim panas 1992 proyek ini ditutup dengan menghasilkan sebuah program Java Oak pertama, yang ditujukan sebagai pengendali sebuah peralatan dengan teknologi layar sentuh (touch screen), seperti pada PDA sekarang ini. Teknologi baru ini dinamai "*7" (Star Seven).

Setelah era Star Seven selesai, sebuah anak perusahaan TV kabel tertarik ditambah beberapa orang dari proyek The Green Project. Mereka memusatkan kegiatannya pada sebuah ruangan kantor di 100 Hamilton Avenue, Palo Alto.

Perusahaan baru ini bertambah maju: jumlah karyawan meningkat dalam waktu singkat dari 13 menjadi 70 orang. Pada rentang waktu ini juga ditetapkan pemakaian Internet sebagai medium yang menjembatani kerja dan ide di antara mereka. Pada awal tahun 1990-an, Internet masih merupakan rintisan, yang dipakai hanya di kalangan akademisi dan militer.

Mereka menjadikan perambah (browser) Mosaic sebagai landasan awal untuk membuat perambah Java pertama yang dinamai Web Runner, terinsipirasi dari film 1980-an, Blade Runner. Pada perkembangan rilis pertama, Web Runner berganti nama menjadi Hot Java.

Pada sekitar bulan Maret 1995, untuk pertama kali kode sumber Java versi 1.0a2 dibuka. Kesuksesan mereka diikuti dengan untuk pemberitaan pertama kali pada surat kabar San Jose Mercury News pada tanggal 23 Mei 1995.

Sayang terjadi perpecahan di antara mereka suatu hari pada pukul 04.00 di sebuah ruangan hotel Sheraton Palace. Tiga dari pimpinan utama proyek, Eric Schmidt dan George Paolini dari Sun Microsystems bersama Marc Andreessen, membentuk Netscape.

Nama Oak, diambil dari pohon oak yang tumbuh di depan jendela ruangan kerja "bapak java", James Gosling. Nama Oak ini tidak dipakai untuk versi release Java karena sebuah perangkat lunak sudah terdaftar dengan merek dagang tersebut, sehingga diambil nama penggantinya menjadi "Java". Nama ini diambil dari kopi murni yang digiling langsung dari biji (kopi tubruk) kesukaan Gosling.

selengkapnya......

Jumat, 15 Mei 2009

Belajar algoritma, Siapa Takut ??

Pointers

In Ada pointer types are called access types. Access types are subject of so-called accessibility checks, which in Ada are intended to prevent appearance of dangling pointers. (Though accessibility checks can be circumvented)

Create a pool specific access type for an integer


type Int_Access is access Integer;
Int_Acc : Int_Access := new Integer (5);


A pool specific access type can be constrained to never be null. For such pointers the compiler can omit checks of being null upon dereferencing.


type Safe_Int_Access is not null access Integer;


General access types can deal with objects allocated in any pool as well as ones on the stack. For example, create a pointer to a stack-allocated integer


declare
type Int_Ptr is access all Integer;
Ref : Int_Ptr;
Var : aliased Integer := 3;
begin
Ref := Var'Access;


The attribute 'Access (and also 'Unchecked_Access) is used to get a pointer to the object. Note that the object has to be declared aliased when it has to be referenced by a pointer. General access types can also be constrained to exclude null:


type Safe_Int_Ptr is not null access all Integer;

Addresses

Ada does not provide pointer arithmetic, but does allow evaluation of the address


Var : Integer;
Var_Address : Address := Var'Address;


Addresses support operations of comparison, addition, and subtraction. Ada also supports conversion between address types and a predefined subtype of Integer named Integer_Address. This accommodates the conversion to a linear addressing of any hardware address scheme including address:offset used in the 8086 processor.

Ada allows the specification of a starting address for any object


-- Demonstrate the overlay of one object on another
A : Integer;
B : Integer;
for B'Address use A'Address;
-- A and B start at the same address


[edit] References

References in Ada are achieved through object renaming declarations. A renaming produces a new view to the object:


type Container is array (Positive range <>) of Element;
for I in Container'Range loop
declare
Item : Element renames Container (I);
begin
... -- Here Item is a reference to Container (I)
end;
end loop;

ALGOL 68

The following code creates a pointer to an INT variable:

INT var := 3;
REF INT pointer := var;

Access the integer variable through the pointer:

INT v = pointer; # sets v to the value of var (i.e. 3) #
REF INT(pointer) := 42; # sets var to 42 #

Change the pointer to refer to another object:

INT othervar;
pointer := othervar;

Change the pointer to not point to any object:

pointer := NIL; # 0 cannot be cast to NIL #

Get a pointer to the first element of an array:

[9]INT array;
pointer := array[LWB array];

There is no pointer arithmetic, eg no p +:=3

With references:

The following code creates a constant reference to an INT variable, effectively an alias:

REF INT alias = var;

Access the integer variable through the reference:

INT v2 = alias; # sets v2 to the value of var, that is, 3 #
alias := 42; # sets var to 42 #

Constand references cannot be changed to refer to other objects.

Pointers can be compared, but only for basic equality:

printf(($"alias "b("IS","ISNT")" var!"l$, alias IS var));

Output: alias IS var!

Get a reference to the first element of an array:

[9]INT array2;
REF INT ref3 = array2[LWB array2];

Changing the reference to refer to another object of the array is not possible.

ALGOL 68 also allows pointers to slices of rows and/or columns of arrays:

[9,9]INT sudoku;
REF [,]INT middle;
middle := sudoku[4:6,4:6];

This includes pointers to sliced character arrays:

[30]CHAR hay stack := "straw straw needle straw straw";
REF[]CHAR needle = hay stack[13:18];
needle[2:3] := "oo";
print((hay stack))

Output: straw straw noodle straw straw
C and C++

The following code creates a pointer to an int variable

int var = 3;
int* pointer = &var;

Access the integer variable through the pointer:

int v = *pointer; /* sets v to the value of var (i.e. 3) */
*pointer = 42; /* sets var to 42 */

Change the pointer to refer to another object

int othervar;
pointer = &othervar;

Change the pointer to not point to any object

pointer = NULL; /* needs having stddef.h included */

or

pointer = 0; /* actually any constant integer expression evaluating to 0 could be used, e.g. (1-1) will work as well */

or

pointer = (void*)0; /* C only, not allowed in C++ */

Get a pointer to the first element of an array:

int array[10];
pointer = array;
/* or alternatively: */
pointer = &array[0];

Move the pointer to another object in the array

pointer += 3; /* pointer now points to array[3] */
pointer -= 2; /* pointer now points to array[1] */

Access another object in the same array through the pointer

v = pointer[3]; /* accesses third-next object, i.e. array[4] */
v = pointer[-1]; /* accesses previous object, i.e. array[0] */
/* or alternatively */
v = *(pointer + 3); /* array[4] */
v = *(pointer - 1); /* array[0] */

[edit] C++

With pointers: See 'C' example above.

C++ specific alternative to "The following code creates a pointer to an int variable":

int* pointer2(&var);

With references:

The following code create a reference to an int variable:

int var = 3;
int& ref = var;
// or alternatively:
int& ref2(var);

Access the integer variable through the reference

int v = ref; // sets v to the value of var, that is, 3
ref = 42; // sets var to 42

References cannot be changed to refer to other objects, and cannot (legally) made to refer to no object.

Get a reference to the first element of an array:

int array[10];
int& ref3 = array[0];

Changing the reference to refer to another object of the array is not possible.

Accessing another object of the array through the reference:

v = (&ref)[3]; // read value of array[3]; however doing this is bad style

D

Grabbing variable address and placing it in a pointer


int var;
int* ptr = &var;


Depending on variable type, D will automatically pass either by value or reference by value: structs, statically sized arrays, and other primitives (int, char, etc...) by reference: classes, dynamically sized arrays, array slices


struct S{}
class C{}

void foo(S s){} // pass by value
void foo(C c){} // pass by reference
void foo(int i){} // pass by value
void foo(int[4] i){} // pass by value
void foo(int[] i){} // pass by reference
void foo(ref T t){} // pass by reference regardless of what type T really is

selengkapnya......

My Ladies Yeuh ...........